Di sebuah sekolah perniagaan ada seorang guru besar yang sedang menyampaikan mata pelajaran ekonomi sosial. Di depan kelas dengan berhati-hati dia meletakkan toples kaca. Kemudian dia membawa setumpuk batu-batu besar. Satu persatu batu itu dimasukkannya kedalam toples sampai tak tersisa. Para murid hanya terdiam memperhatikan apa yang dilakukan oleh gurunya tersebut. Selesai dengan aksi pertama, guru besar itu bertanya,”Apakah toples ini sudah penuh?”. Seragam para murid itu menjawab,”Sudaaaaahhhh….”.
Lalu guru itu mengambil kantong lain berisi kerikil. Kerikil itupun dimasukkannya kedalam toples tadi.
“Bagaimana? Apakah toples ini sudah penuh ?” tanya guru itu lagi.
Belajar dari pengalaman pertama tadi, murid-murid pun mulai mengerti apa yang akan diajarkan gurunya. Maka murid itu pun menjawab,”Beluuuuuummmmm…”.
Lalu guru itu mengambil kantong lain berisi kerikil. Kerikil itupun dimasukkannya kedalam toples tadi.
“Bagaimana? Apakah toples ini sudah penuh ?” tanya guru itu lagi.
Belajar dari pengalaman pertama tadi, murid-murid pun mulai mengerti apa yang akan diajarkan gurunya. Maka murid itu pun menjawab,”Beluuuuuummmmm…”.











