Senin, 20 Agustus 2012

Ibnu Ismail Al Jazari – Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika Modern

Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.
”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill).
Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya ahli teknik Muslim yang ternama, Al-Jazari. Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekani dan industri. Lahir dai Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat.Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada masanya. Nama lengkapnya adalah Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas. Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.

Ibnu al-Haitham Penemu Kamera Pertama Dunia

Ibnu al-Haitham Seorang Muslim Penemu Kamera Pertama Dunia, penemuan al-Haitham ini jauh sebelum dunia barat mengenal kamera, Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura. (the independent). 
Kamera obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M) Maha karya al-Haitham yang paling menumental merupakan penemuan yang sangat inspiratif ini dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.
Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai ”ruang gelap”.

AL-ZAHRAWI, BAPAK ILMU BEDAH MODERN

Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern itu bernama Al-Zahrawi (936 M-1013 M). Orang barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia barat. “Prinsip-prinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al-Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,” ujar Dr. Campbell dalam History of Arab Medicine.


Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad 21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi. Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol. Di kota Cordoba inilah dia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengobati masyarakat, serta mengembangkan ilmu bedah bahkan hingga wafat.

Kisah masa kecilnya tak banyak terungkap. Sebab, tanah kelahirannya Al-Zahra dijarah dan dihancurkan. Sosok dan kiprah Al-Zahrawi baru terungkap ke permukaan, setelah ilmuwan Andalusia Abu Muhammad bin Hazm (993M-1064M) menempatkannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol. Sejarah hidup alias biografinya baru muncul dalam Al-Humaydi’s Jadhwat al Muqtabis yang baru rampung setelah enam dasa warsa kematiannya.

Lima Tahun Diblokade, Inilah 16 Capaian Spektakuler Gaza

Meski diblokade sejak Hamas memenangi pemilu legislatif Palestina tahun 2006 lalu, Gaza tetap mampu bertahan memberikan pelayanan dan melanjutkan pembangunan. Berkat kekuatan dari Allah kemudian kegigihan berjuang, tercatat sedikitnya 16 capaian spektakuler di tengah keterbatasan akibat blokade.

Inilah 16 capaian spektakuler itu:

1. Terus melanjutkan pembangunan dan rekontruksi meski Jalur Gaza diblokade.

2. Membangun landasan ekonomi perlawanan hingga terwujud kemandirian.

3. Terwujudnya lalu lintas yang aman nyaman dan lancar dengan menciptakan kesadaran dari warga.

Warga Gaza Gelar Aksi Munashoroh Rohingya

Meskipun negerinya sendiri masih diblokade Zionis Israel, warga Gaza tidak menutup mata terhadap penderitaan Muslim Rohingya. Mereka turun ke jalan, Rabu (18/7) waktu setempat memprotes sikap diam dunia internasional atas genosida yang dialami Muslim Rohingya di Myanmar. 

“Kami berdiri di sini di depan markas PBB yang tidak berbuat apa-apa terhadap penderitaan Muslim,” kata seorang orator dalam aksi yang diwarnai pembakaran bendera Amerika Serikat (AS) dan Myanmar, serta foto Presiden Thein Sein itu.

“Kami di Palestina berdiri mendukung Muslim (Rohingya) yang mana lebih dari 2.000 orang telah dibunuh dan lebih dari 90.000 orang kehilangan tempat tempat tinggal, sementara media sibuk dengan masalah-masalah lainnya,” tegas orator.